Artikel
PENGARUH KADAR KAPORIT DALAM AIR BERSIH PADA UTILITY RUMAH TANGGA
Kaporit, atau kalsium hipoklorit adalah bahan kimia yang umum digunakan dalam sistem pengolahan air. Berfungsi untuk desinfektan agar air terbebas dari bakteri, virus, dan mikroorganisme patogen sebelum didistribusikan ke rumah-rumah. Namun, penggunaan kaporit harus tetap dalam batasan kadar yang tepat agar tidak menimbulkan efek samping bagi pengguna dan peralatan rumah tangga.
Kadar Kaporit yang Aman, sesuai standar kesehatan, kadar sisa klor bebas (residu klorin) dalam air bersih yang ideal berkisar antara 0,2 mg/L hingga 1,0 mg/L. Kadar ini dianggap cukup untuk menjaga air tetap higienis selama proses distribusi sekaligus aman untuk penggunaan domestik. Jika kadar berada di bawah ambang batas ini, risiko kontaminasi bakteri meningkat. Sebaliknya, kadar yang melampaui batas ini dapat memberikan efek samping yang buruk. Klorin yang tinggi , berpengaruh pada kulit dan rambut karena saat mandi , paparan klorin yang tinggi dapat menghilangkan kelembapan alami kulit dan rambut. Hal ini sering memicu gejala kulit kering, iritasi, serta membuat tekstur rambut menjadi lebih kaku .
Efek untuk material kitchen dapat menyebabkan korosi pada Material Logam, karena Klorin bersifat oksidator kuat. Paparan air dengan kadar klorin tinggi secara berkala dapat mempercepat proses korosi pada pipa besi, sambungan logam, serta komponen kran. Hal ini berpotensi menyebabkan kebocoran atau penurunan kualitas air karena endapan karat yang terbawa aliran.
Efek lain kelebihan kadar kaporit dalam air menyebabkan kerusakan Komponen Karet dan Plastik hal ini dikarenakan zat kimia ini dapat mempercepat proses degradasi pada material berbahan karet atau polimer tertentu. Komponen seperti seal (karet pelapis) pada mesin cuci, mesin pencuci piring, atau pemanas air (water heater) dapat menjadi lebih getas dan mudah bocor jika sering terpapar klorin berlebih.
Jika air di rumah Anda memiliki kadar kaporit yang dirasa terlalu tinggi, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menetralkannya:
• Proses Aerasi, Mendiamkan air dalam wadah terbuka selama beberapa jam sebelum digunakan. Sifat klorin yang mudah menguap (volatil) memungkinkan kadarnya berkurang secara alami saat kontak dengan udara terbuka.
• Penggunaan Filter Karbon Aktif, Pemasangan filter air berbasis karbon aktif (activated carbon) sangat disarankan. Filter jenis ini terbukti efektif dalam mengadsorpsi sisa klorin, sehingga air menjadi lebih jernih, tidak berbau, dan lebih aman bagi peralatan rumah tangga.
• Pemanasan, Merebus air hingga mendidih adalah cara efektif untuk menghilangkan sisa klorin, terutama jika air tersebut akan digunakan untuk keperluan konsumsi (minum atau memasak).
Untuk Memasangan/Instalasi klorinator , waterfilter.id by PT Solusi Tirta Abadi ,mempertimbangkan apakah oksidasi pada air baku sudah sempurna atau belum. Apabila belum ada oksidasi dan belum sempurna, maka biasanya waterfilter.id by PT Solusi Tirta Abadi lengkapi dengan unit filter karbon aktif untuk mengurangi risiko kelebihan kadar kaporit pada air yang digunakan.
Beberapa project waterfilter.id by PT Solusi Tirta Abadi , baik untuk skala rumah tangga, komersil dan industri , kami remomendasikan menggunakan unit ini.

Unit tersebut sebagai bagian dari system WTP waterfilter.id by PT Solusi Tirta Abadi. Setelah pemasangan WTP System dari waterfilter.id by PT Solusi Tirta Abadi diharapkan memberikan hasil maksimal untuk mengatasi permasalahan air yang dihadapi.
Apabila Anda menghadapi permasalahan air serupa dan belum menemukan solusi yang tepat, jangan ragu untuk menghubungi Waterfilter.id by PT. Solusi Tirta Abadi sebagai Perusahaan Water Treatment terpercaya siap membantu Anda menemukan solusi dan memberikan hasil yang tepat untuk permasalahan air Anda . Silahkan meng hubungi team marketing Kami untuk informasi lebih lanjut.